Temui Jokowi, Nyak Sandang Mau Operasi Katarak dan Naik Haji


Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memenuhi keinginan Nyak Sandang (91), pria asal Aceh yang ikut patungan membeli pesawat pertama Indonesia pada tahun 1950 untuk bertemu dengannya.

Pertemuannya dengan Nyak Sandang dilakukan tadi sore di Istana Merdeka sekitar pukul 18.25 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Nyak Sandang ditemani kedua anaknya Maturidi dan Khaidir.

"Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami," ucap Nyak Sandang berdasarkan keterangan resmi, Rabu (21/3).

Dalam kesempatan itu, Nyak Sandang menunjukkan bukti pembelian obligasi Pemerintah Indonesia 1950 sebagai salah satu bukti sumbangsihnya untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Cerita bermula kala Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh pada 1948 guna mencari dana membeli pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.

Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun, bersama orang tuanya menjual sepetak tanah serta 10 gram emas. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada negara.

Sumbangan Nyak Sandang beserta sejumlah masyarakat Aceh lainnya mencapai SGD120 ribu dan 20 kilogram emas murni. Presiden Sukarno kemudian membeli dua pesawat terbang dan dinamai Seulawah R-001 dan Seulawah R-002.

Dua pesawat itu merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Kesempatan untuk bertemu Jokowi pun tidak disia-siakan Nyak Sandang. Sejumlah permintaan disampaikan kepada Presiden. Salah satunya adalah meminta bantuan untuk operasi katarak.

Hal itu disambut baik Jokowi. "Baik nanti saya uruskan kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke Rumah Sakit," jawab Jokowi.

Permintaan lainnya adalah dibuatkan masjid di kampungnya, Lamno, Aceh. Presiden pun menyanggupi permintaan itu dan akan mengiriman tim guna mengecek kondisi di sana.

Nyak Sandang juga meminta agar dirinya bisa menunaikan ibadah haji. Anaknya, Maturidi membantu menyampaikan hal itu kepada Presiden.

"Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini karena sudah tua," tutur Maturidi.

Mengenai hal itu, Jokowi menyatakan ia harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sambil menunggu keputusan, Presiden menawarkan umroh terlebih dahulu.

"Mengingat haji kan ada antreannya. Nanti saya bicarakan dengan menteri agama," kata Jokowi. (agi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments