Tempo Tak Berniat Hina FPI atau Rizieq Shihab Lewat Karikatur


Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli mengatakan karikatur yang dipersoalkan Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah karya seni dan termasuk hasil kerja jurnalistik. Tempo menurutnya tak ada niat menghina ormas atau orang tertentu, termasuk Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab.

Menurutnya, gambar yang dipublikasi di majalah Tempo edisi 26 Februari-4 Maret 2018 itu bisa dimaknai dengan berbagai macam penafsiran.

"Enggak ada niat sedikit pun untuk menghina atau memojokkan organisasi atau orang tertentu," kata Arif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).

Dia mengungkapkan tidak ada satu atribut pun yang menyinggung atau membawa-bawa nama Rizieq Shihab.

"Kami tidak menampilkan muka atau tulisan apa pun sama sekali. Itu hanya gambar saja," ujar Arif.

Dia menjelaskan, sesuai Undang-undang Pers, seharusnya pihak yang keberatan dengan sebuah karya jurnalistik bisa melapor ke Dewan Pers. Masyarakat atau sumber dan pekerja media akan dimediasi oleh lembaga tersebut.

"Nanti Dewan Pers yang melakukan penilaian dan mengambil keputusan apakah itu melanggar kode etik atau tidak," ujarnya.

Sebagai penanggung jawab isi majalah Tempo, Arif mengaku siap menerima perwakilan FPI yang bakal datang ke kantornya untuk memprotes karikatur tersebut.

"Tempo tentu akan menerima sepanjang itu dilakukan dengan damai dan mengedepankan dialog, tidak ada persoalan sama sekali," kata Arif.

Dia mengatakan karyawan Tempo tetap bekerja seperti biasa dan tengah menyelesaikan deadline hari ini. Menurutnya, penggerudukan FPI kepada Tempo bukan yang pertama kalinya namun masih dalam tahap yang wajar.

"Enggak terlalu banyak juga (aksi FPI di kantor Tempo), kalau di kantor sekarang baru ini. Rasanya pernah, tapi ya dialog, enggak sampai aksi kasar," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama Komisaris Kurniawan mengatakan sudah menyiapkan 204 personel gabungan dari Brimob dan Polres Jakarta Selatan. Jumlah personel bisa ditambah sesuai kebutuhan.

"Nanti lihat eskalasi karena dari FPI yang mau unjuk rasa juga mereka menyampaikan hanya aksi damai saja dan meminta klarifikasi kepada pihak Tempo," terang dia.

Pengamanan, kata Kurniawan, dilakukan di sekitar Gedung Tempo di kawasan Palmerah. "Beberapa titiknya seperti di Slipi itu perempatan situ sampai di sini (Jalan Palmerah)" kata Kurniawan.

Panglima Besar Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi mengatakan bakal ada 500 orang yang hadir untuk mengikuti aksi ini. FPI protes lantaran ada karikatur yang menggambarkan sosok orang memakai gamis dan serban.

Sosok tersebut berbicara kepada seorang perempuan menirukan skenario salah satu film.

"Maaf saya tidak jadi pulang," ujar pria berserban.

"Yang kamu lakukan itu JAHAT," jawab perempuan memakai baju merah.

Dengan gambar itu, secara blak-blakan Maman mengatakan bahwa FPI menginterpretasikan pria tersebut sebagai pemimpin mereka, Rizieq Shihab.

"Saya rasa orang goblok juga tau (itu Rizieq) maksud dan tujuan itu. Itu sudah menyinggung sekali ulama kami (Rizieq). Artinya tidak disebutkan nama tapi dari sikap karikatur ditujukan ke ulama kami (Rizieq)," ujar dia.

Maman menyatakan belum berniat melaporkan Tempo ke Dewan Pers. Mereka akan terlebih dahulu menemui redaksi Tempo dan meminta Tempo meminta maaf.

"Biasanya kan hanya permohonan maaf doang, kali ini kami minta agar tertulis. Soal dewan pers nanti itu langkah selanjutnya bersama kuasa hukum kami," tegasnya. (pmg)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »