Probosutedjo, Pendiri Universitas yang Concern terhadap Beras


JAKARTA – Adik mantan Presiden Soeharto yang juga pendiri Universitas Mercu Buana Probosutedjo meninggal dunia pagi ini. Beliau wafat di usia 88 tahun, dan saat ini jenazahnya berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tepatnya di ruang kencana.

Meskipun sudah sepuh, Probosutedjo masih terlibat dalam kegiatan bisnis dan sosial. Baginya, tujuan bisnis bukan hanya untung, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Disitat dari laman Universitas Mercu Buana, Senin (26/3/2018), salah satu upaya Probosutedjo untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah dengan mendorong produksi beras di Indonesia. Lahir dari keluarga petani, anak kelima dari 10 bersaudara ini memang bermimpi agar Indonesia mampu mandiri dalam produksi beras domestiknya sendiri.

Bagi Probosutedjo, pencapaian tujuan ini akan menjadi pemenuhan impian seumur hidup. Pasalnya, jika sebuah keluarga tidak mampu membeli beras, maka mereka benar-benar dianggap miskin. Oleh karena itu, telah menjadi impianya agar Indonesia memiliki pasokan beras yang terjangkau dan melimpah.

Bahkan, di usianya 82 tahun, dia terus membangun kembali kapasitas produksi padi Indonesia yang terlantar, agar rakyat Indonesia dapat menikmati persediaan beras yang melimpah dengan harga terjangkau.

Meskipun menjadi "manusia tradisional", Probosutedjo mengakui pentingnya kemajuan pengetahuan di Indonesia dan bagaimana transfer pengetahuan dari negara lain dapat membantu memfasilitasi ini. Oleh karena itu, dia pun membantu puluhan pria dan wanita muda berbakat untuk belajar di luar negeri.

Di Indonesia, Probosutedjo telah membangun dua universitas: Universitas Mercu Buana, berlokasi di Jakarta Barat, dan Universitas Wangsa Menggala (kini juga berubah menjadi menjadi Universitas Mercu Buana Yogyakarta), yang terletak di kota kelahirannya, Yogyakarta. Universitas Mercu Buana adalah yang terbesar dari keduanya dan saat ini memiliki tiga kampus di wilayah Jakarta.

Probosutedjo menghabiskan banyak waktu dan energi, juga kekayaan pribadinya, untuk membantu yang kurang beruntung. Selain membangun dua universitas, dia telah membantu dalam membangun sekolah dasar dan menengah, masjid, dan bahkan mensponsori siswa berbakat untuk melanjutkan studi mereka di institut pendidikan tinggi.

Menurutnya, dengan membangun sekolah dan universitas dia dapat langsung meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments