Bayi Calista Meninggal Dunia, Keluarga Kehilangan Kelucuannya dan Penyesalan Sang Ibu


KARAWANG, KOMPAS.com - Keluarga Calista mengaku kehilangan kelucuan dan keriangan bocah korban penganiayaan di Karawang itu. Kini, bocah malang tersebut telah tutup usia.

"Kami kehilangan kelucuannya, keriangannya, dan semuanya," ujar Candra Hidayat (27), saudara kembar Sinta (ibunda Calista), di rumah duka, Kampung Jatirasa Barat, RT 004 RW 001, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (25/3/2018).

Candra mengaku terakhir bertemu Sinta dan Calista dua bulan lalu dalam kondisi sehat. "Sekitar Januari terakhir ketemu. Waktu itu baru mulai bisa jalan. Anaknya periang dan gampang akrab dengan siapa saja," tambah Candra. Sekitar dua bulan lalu, kata Candra, Sinta mengirim pesan kepada istrinya untuk pamit hendak menginap di rumah neneknya.

Akan tetapi, Sinta kemudian membawa Calista pergi. "Kami sudah berusaha mencari, tetapi tidak ketemu," tuturnya.

Bayi berusia 15 bulan itu meninggal pada Minggu (25/3/2018) pukul 09.55 WIB di RSUD Karawang. Kondisinya terus menurun sejak dirawat di Ruang PICU RSUD Karawang dari 15 hari lalu.

Staf Humas RSUD Karawang Ruhimin mengatakan, dalam dua hari terakhir kondisi Calista terus menurun. Pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi nyawa Calista tidak tertolong.

"Sejak dibawa ke RSUD Karawang, Calista hanya mengandalkan alat bantu pernapasan, tetapi detak jantung masih ada. Namun, sampai detik terakhir, detak jantung semakin menurun," kata Ruhimin.

Pihaknya memprediksi penyebab fatal kondisi Calista lantaran benturan di daerah kepala. Hanya saja, pihaknya belum bisa memberikan kepastian lantaran kondisi Calista sebelumnya tidak memungkinkan untuk dilakukan CT scan.

Jenazah Calista dimakamkan di TPU di Kampung Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.

Tangisan sang ibu 

Unit PPA Polres Karawang mempertemukan Sinta dengan jenazah Calista di rumah duka. Perempuan 27 tahun itu berteriak histeris setelah mendapati putrinya sudah tak bernyawa. 

Tangisnya pecah, ia pun memeluk jenazah Calista yang ditutupi kain batik berwarna coklat. "Dia kaget dan menangis saat kami kasih kabar anaknya meninggal," ujar Kanit PPA Polres Karawang, Ipda Herwit Yuanita. Herwit mengatakan, saat diperiksa sebagai tersangka, Sinta sangat menyesali perbuatannya. 

Bahkan, sebelum dinyatakan sebagai tersangka pada Kamis (22/3/2018), Sinta kerap menangis. "Sejak diperiksa kerap menangis. Bahkan saat di rutan, Sinta susah makan dan sempat tidak enak badan," tambahnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »